Kawasan pesisir adalah sebuah kawasan perbatasan antara daratan dan laut yang
memiliki karakteristik lebih spesifik di antara kawasan daratan.
Kawasan pesisir merupakan gabungan beberapa aspek dalam ekosistem laut dan manusia yang saling berkaitan serta saling bergantung pada tahap perkembangannya.
Adanya kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat kawasan pesisir membuat pengembangan
dan pengelolaan kawasan pesisir pada saat ini harus di kendalikan dengan baik agar tidak
mengganggu serta merusak ekosistem kawasan pesisir itu sendiri.
Mulai bergeraknya pemerintah dalam menanggulangi kerusakan kerusakan yang telah banyak terjadi di kawasan pesisir adalah tindakan yang tepat,
melihat dulunya kawasan pesisir dan masyarakatnya dipandang sebagai warga negara
yang kurang di perhatikan.
Indonesia yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa,
mempunyai terumbu karang terluas di dunia yang tersebar mulai dari Sabang- Aceh sampai ke Irian Jaya.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 212 juta jiwa, 60 % penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir, maka terumbu karang merupakan tumpuan sumber penghidupan utama.
Disamping sebagai sumber perikanan, terumbu karang memberikan penghasilan antara lain
bagi dunia industri ikan hias, terumbu karang juga merupakan sumber devisa bagi negara,
termasuk usaha pariwisata yang dikelola oleh masyarakat setempat dan para pengusaha pariwisata bahari.
Potensi Kelautan Indonesia sangat besar dan beragam yakni memiliki
17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km dan 5,8 juta km2 laut atau 70 persen dari luas
total Indonesia. Potensi tersebut tercermin dengan besarnya hayati ,
selain potensi budidaya perikanan pantai di laut serta pariwisata bahari (Budiharsono S., 2001).
Potensi lestari sumberdaya perikanan laut Indonesia sebesar 6.167.940 ton/tahun dengan porsi
terbesar dari jenis ikan pelagis kecil (52,54 %), jenis ikan demersal (28,96 %)
dan perikanan pelagis besar (15,81 %) komoditi.
Selain potensi tersebut masih tersimpan potensi perikanan yang bernilai ekonomi tinggi seperti kepiting,
rumput laut dan rajungan (Budiharsono S., 2001).
Potensi-potensi yang telah disebutkan di atas jelas mampu menopang perekonomian masyarakat pesisir
bila dapat dikelola dan di manfaatkan dengan baik.
Pada saat ini, luasan terumbu karang di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami
penurunan dan mengalami kerusakan. Kondisi ini semakin lama semakin mengkhawatirkan dan apabila
keadaan ini tidak segera ditanggulangi akan membawa bencana besar bagi kehidupan biota laut dan
kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hutan bakau, padang lamun dan terumbu karan g
merupakan tiga eksosistim penting di daerah pesisir.
Hutan bakau dan padang lamun dan terumbu karang berperan penting dalam melindungi
pantai dari ancaman abrasi dan erosi serta tempat pemijahan bagi hewan-hewan penghuni laut lainnya
Ruang Masalah yang terdapat di Indonesia
Dalam pengelolaan terumbu karang harus terkait dengan pengelolaan wilayah pesisir
secara lestari dan berkelanjutan, maka masalah yang dihadapi yaitu :
(1) Kesejahteraan masyarakat pesisir pada umumnya tergolong rendah dan
kebanyakan dikategorika sebagai nelayan tradisional.
(2) Sering terjadi banjir dan erosi akibat lahan atas dimanfaatkan untuk areal perladangan.
(3) masih ditemukan penangkapan ikan dengan menggunakan potasium dan bahan peledak atau bom.
(4) Masih terjadinya aktivitas pengambilan karang untuk dijadikan kapur bangunan, dan
(5) Sering terjadinya konflik pemanfaatan ruang antara nelayan.
Dalam pengelolaan terumbu karang tidak mungkin di lepaskan dari unsur ekonomi masyarakat
pesisir dengan demikian masalah utama masyarakat pesisir yang terkait dengan kegiatan
ekonominya adalah :
(1) modalnya terbatas dan tidak memiliki akses untuk mendapatkan modal luar.
(2) terbatasnya sarana produksi seperti benih (benur, bibit rumput laut).
(3) tidak terdapatnya kelompok usaha bersama.
(4) Penataan ruang pesisir yang belum dilakukan dan
(5) masih rendahnya ketrampilan masyarakat pesisir dalam budidaya pesisir seperti
rumput laut, lobster, mutiara.
No.
Kegiatan
Dampak potensial
1.
Penambangan karang dengan atau tanpa bahan peledak
Perusakan habitat dan kematian masal hewan terumbu
2.
Pembuangan limbah panas
Meningkatnya suhu air 5-10oC di atas suhu ambient dapat mematikan karang dan biota lainnya.
3.
Pengundulan hutan di lahan atas
Sedimen hasil erosi dapat mencapai terumbu karang di sekitar muara sungai,
sehingga mengakibatkan kekeruhan yang menghambat difusi oksigen ke dalam polib
4.
Pengerukan di sekitar terum-bu karang
Meningkatnya kekeruhan yang meng-ganggu pertumbuhan karang.
5.
Kepariwisataan
• Peningkatan suhu air karena buang-an air pendingin dari pembangkit listrik perhotelan
• Pencemaran limbah manusia yang dapat menyebabkan eutrofikasi.
• Kerusakan fisik karang karena jang-kar kapal
• Rusaknya karang oleh penyelam.
• Koleksi dan keanekaragaman biota karang menurun.
6.
Penangkapan ikan hias dengan menggunakan bahan beracun (misalnya Kalium Sianida
Mengakibatkan ikan pingsan, memati-kan karang dan biota avertebrata.
7.
Penangkapan ikan dengan ba-han peledak
Mematikan ikan tanpa dikriminasi, karang dan biota avertebrata yang tidak bercangkang.
Sebenarnya akar permasalahan kerusakan terumbu karang meliputi empat hal yaitu
(1) Kemiskinan masyarakat dan ketiadaan matapencaharian alternatif
(2) ketidaktahuan dan ketidaksadaran masyarakat dan pengguna
(3) lemahnya penegakan hukum (law enforcement) dan
(4) kebijakan pemerintah yang belum menunjukkan perhatian yang optimal dalam
mengelola sistem alami dan kualitas lingkungan kawasan pesisir dan lautan
khususnya terumbu karang.
Masyarakat Pemberdayaan Ekonomi Pesisir
Visi pengelolaan terumbu karang yaitu terumbu karang merupakan sumber
pertumbuhan ekonomi yang harus dikelola dengan bijaksana, terpadu dan berkelanjutan
dengan memelihara daya dukung dan kualitas lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat
dan stakeholders (pengguna) guna memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan
masyarakat dan pengguna secara berkelanjutan (sustainable).
Dalam upaya untuk mewujudkan visi tersebut maka ada empat tujuan pokok
(1) tujuan sosial, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat dan stakeholders
mengenai pentingnya pengelolaan terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan
(2) tujuan konservasi ekologi yaitu melindungi dan memelihara ekosistem terumbu
karang untuk menjamin pemanfaatan secara optimal dan berkelanjutan,
3) tujuan ekonomi yaitu meningkatkan pemanfaatan ekosistem terumbu karang
secara efisien dan berkelanjutan untuk memperbaiki kesejateraan masyarakat dan
stakeholders serta pembangunan ekonomi,
(4) tujuan kelembagaan yaitu menciptakan sistem dan mekanisme kelembagaan
yang profesional, efektif dan efisien dalam merencanakan dan mengelola
terumbu karang secara terpadu dan optimal.
Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dan mampu meningkatkan produksi,
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir adalah pendekatan agribisnis
dan agroindustri. Kegiatan ini dengan melibatkan secara utuh subsistem input, ][subsistem produksi, subsistem pengolahan hasil, subsistem pemasaran dan
subsitem kelembagaan keuangan maupun kelembagaan penyuluhan.
Sebagai upaya untuk mendorong penyediaan produk agribisnis
dan agroindustri agar mampu bersaing di pasar global, maka pemerintah harus secara konsisten
dan berkelanjutan melakukan berbagai langkah, salah satunya adalah meningkatkan
perluasan dan penyebaran agribisnis dan agroindustri di pedesaan atau
masyarakat pesisir.
Pengembangannya dapat ditempuh melalui pengembangan unit Kelompok
Usaha Bersama (KUB) yang dapat menyerap, melibatkan dan dimiliki oleh
warga pesisir melalui suatu pola inti-plasma dengan mitra usahanya.
Ada beberapa alasan kenapa pendekatan agribisnis-agroindustri menjadi hal yang diprioritas
(a) dengan agribisnis-agroindustri peluang usaha yang menguntungkan masyarakat
menjadi lebih banyak
(b) dengan agribisnis-agroindustri masyarakat dapat meningkatkan nilai tambah produknya
(c) dengan adanya agribisnis-agroindustri dapat menampung lebih banyak tenaga kerja
(d) dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan variabilitas produk yang dihasilkan
masyarakat pesisir
(e) dapat berdampak pada peningkatan expor nonmigas dan devisa negara
(f) dan dengan ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.