Sunday, October 23, 2011

resep makan kesukaankuuuu

PEMP (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir)

1.      Konsep partisipatif yang di gunakan dalam PEMP
Strategi pengembangan masyarakat pantai dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu, yang bersifat struktural dan non struktural. Pendekatan struktural adalah pendekatan makro yang menekankan pada penataan sistem dan struktur sosial politik. Pendekatan ini mengutamakan peranan instansi yang berwewenang atau organisasi yang dibentuk untuk pengelolaan pesisir laut. Dalam hal ini peranan masyarakat sangat penting tetapi akan kurang kuat karena aspek struktural biasanya lebih efektif bila dilakukan oleh pihak-pihak yang mempunyai kewenangan, paling tidak pada tahap awal.  
Dilain pihak pendekatan non struktural adalah pendekatan yang subyektif. Pendekatan ini mengutamakan pemberdayaan masyarakat secara mental dalam rangka meningkatkan kemampuan anggota masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan dan persoalan pesisir laut. Kedua pendekatan tersebut harus saling melengkapi dan dilaksanakan secara integratif.
1.      Pendekatan struktural. 
Sasaran utama pendekatan struktural adalah tertatanya struktur dan sistem hubungan antara semua komponen dan sistem kehidupan, baik di wilayah pesisir dan laut maupun komponen pendukung yang terkait, termasuk  komponen sosial, ekonomi dan fisik. Dengan penataan aspek struktural, diharapkan masyarakat mendapatkan kesempatan lebih luas untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu penataan struktur dan sistem hubungan sosial dan ekonomi tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang bagi masyarakat untuk ikut serta melindungi sumber daya alam dari ancaman yang datang baik dari dalam maupun dari luar.
2. Pendekatan Subyektif. 
Pendekatan subyektif (non struktural) adalah pendekatan yang menempatkan manusia sebagai subyek yang mempunyai keleluasaan  untuk berinisiatif dan berbuat menurut kehendaknya. Pendekatan tersebut berasumsi bahwa masyarakat lokal dengan pengetahuan, keterampilan dan kesadarannya dapat meningkatkan peranannya dalam perlindungan sumber daya alam disekitarnya. Karena itu, salah  satu upaya untuk meningkatkan peran masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam dan wilayah pesisir dan laut adalah dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat untuk berbuat sesuatu demi melindungi sumber daya alam. Pengetahuan dan keterampilan tersebut tidak harus berkaitan langsung dengan upaya-upaya penanggulangan masalah kerusakan  sumberdaya alam tetapi juga hal-hal yang berkaitan dengan usaha  ekonomi, terutama dalam rangka membekali masyarakat dengan usaha ekonomi alternatif sehingga tidak merusak lingkungan.
2.      Evaluasi Program
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dan mampu meningkatkan produksi, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir adalah pendekatan agribisnis dan agroindustri. Kegiatan ini dengan melibatkan secara utuh subsistem input, subsistem produksi, subsistem pengolahan hasil, subsistem pemasaran dan subsitem kelembagaan keuangan maupun kelembagaan penyuluhan.
Sebagai upaya untuk mendorong penyediaan produk agribisnis dan agroindustri agar mampu bersaing di pasar global, maka pemerintah harus secara konsisten dan berkelanjutan melakukan berbagai langkah, salah satunya adalah meningkatkan perluasan dan penyebaran agribisnis dan agroindustri di pedesaan atau masyarakat pesisir.
Pengembangannya dapat ditempuh melalui pengembangan unit Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang dapat menyerap, melibatkan dan dimiliki oleh warga pesisir melalui suatu pola inti-plasma dengan mitra usahanya.
Ada beberapa alasan kenapa pendekatan agribisnis-agroindustri menjadi hal yang diprioritas (a) dengan agribisnis-agroindustri peluang usaha yang menguntungkan masyarakat menjadi lebih banyak (b) dengan agribisnis-agroindustri masyarakat dapat meningkatkan nilai tambah produknya (c) dengan adanya agribisnis-agroindustri dapat menampung lebih banyak tenaga kerja (d) dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan variabilitas produk yang dihasilkan masyarakat pesisir (e) dapat berdampak pada peningkatan expor nonmigas dan devisa negara (f) dan dengan ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Penyelenggaraan usaha agribisnis-agroindustri khususnya dalam pemilihan produk yang dikembangkan oleh masyarakat harus mengacu pada beberapa alasan yaitu (Amanto, B.S.1999):
-        menunjukkan kecenderungan permintaan yang meningkat di pasar ekspor,
-        merupakan kebutuhan pokok masyarakat luas
-        mampu bersaing di pasar domestik, regional dan global
-         berdampak luas terhadap sektor ekonomi lainnya
-         berpeluang besar untuk dikembangkan
-         memberikan nilai tambah yang tinggi terhadap hasil perikanan atau hasil laut dan  mempunyai efek ganda (multiplier effect) terhadap peningkatan perekonomian wilayah dan nasional.